SUSU NAN BATU


Hewan-hewan menyusui di padang itu bertambah banyak setelah manusia tidak lagi mau menyembelih hewan-hewan yang dikenalnya. 

Manusia telah mencukupkan diri dengan minum susu yang diberikan saudari hewannya dan makan biji-bijian dari tanaman di padang itu. 

Begitu banyaknya susu bagi seluruh manusia itu membuat mereka tenang dan tak pernah lagi mencemaskan apa yang akan mereka makan besok. 

Waktu-waktu yang panjang itu digunakan manusia untuk mengolah tanah, mengawetkan makanan, dan membangun medan-medan magnetik yang tak pernah berhenti memancarkan energi kehidupan. 

Hingga akhirnya beberapa dari mereka menemukan bahwa mereka dapat hidup hanya dengan menyerap cahaya, air, dan udara. 

Demikianlah negeri itu menyusun batu-batu, satu di atas yang lainnya seturut dengan bentuk-bentuk yang ada di dalam benak mereka. 

Maka terciptalah tembok-tembok yang memisahkan mereka. 

Mereka yang tinggal di dalam tembok menyebut dirinya manusia sedangkan yang di luar tembok disebut hewan. 

Dan demikianlah akhirnya terbentuklah tembok yang berlapis-lapis seturut dengan kemampuan mereka memancarkan energi kehidupan. 

Sebagian dari mereka yang berharap berada di dalam tembok terdalam tetapi tidak mampu akhirnya membentuk koloni sendiri.

Koloni ini kelak menganggap persaudaraan dengan yang lain terputus sehingga mereka mulai berburu dan mengembangkan industri dan teknologi. 

Jumlah mereka bertambah banyak dan mulai mengancam para penduduk di dalam tembok. 

Maka para penduduk inti yang mampu hidup hanya dengan cahaya, air, dan udara itu membangun jurang pemisah agar tak ada lagi yang dapat keluar dan masuk tembok.

Jurang-jurang itu kemudian dijaga oleh medan magnetik yang akan mengacaukan frekuensi apapun yang lewat di sana.

Karena energi pembentuk atom tubuh mereka berebeda, maka terbentuklah beberapa perbedaan yang sangat jelas antara penduduk dari tembok yang satu ke tembok yang lain. 

Penduduk yang berbatasan dengan dunia luar bergantung dari makanan padat sehingga umumnya mereka berjalan menapak di atas tanah. 

Begitu seterusnya hingga lapisan terdalam makin tidak terikat pada material padat. 

Susu dan batu jadi ikatan. 

Komentar

Postingan Populer