BAHTERA CAHAYA

Tak banyak yang tahu bahwa bahtera yang selamat dari banjir bah yang menenggelamkan seluruh bumi dan membunuh semua makhluknya itu tidak hanya satu saja. 

Salah satu bahtera lain yang selamat itu telah menjadi gunung batu nan suci selama puluhan ribu tahun lamanya. 

Selama itu pula Pangeran Surya Sakti telah menjalani hukuman sebagai roh gunung dan adiknya Puteri Aliana Sinta menjalankan puluhan ribu reinkarnasi untuk merasakan penderitaan dalam segala bentuk ciptaan.

Semua itu terjadi karena Bumi baru yang sudah bebas dari dosa, kembali menjadi berdosa karena Sang Pangeran melawan Tuhan dengan menikahi adiknya sendiri.

Saat yang telah lama dinantikan itu akhirnya tiba. Putri Aliana Sinta berhasil melewati hukuman itu untuk dipertemukan kembali dengan kang masnya di gunung angin. 

Tetapi penderitaanya selama puluhan ribu tahun itu membuatnya lupa akan segalanya.

Seperti air masuk ke dalam bunga karang, demikianlah energi kasih yang puluhan ribu tahun lamanya itu masuk ke dalam tubuh Lia. 

Setiap tarikan nafasnya menjadi cahaya dan setiap gerakannya merubah batu-batu itu seperti arang hitam yang menyala karena terpapar api. 

Demikianlah Lia menyalakan taman di puncak gunung itu. 

Air mata haru keluar dari cahaya di bawah lengkung alisnya dan menjadi mata air yang mengalir keempat penjuru sebagai sungai di sekeiling gunung.

 “Inilah saat yang dinantikan itu, kegelapan telah berakhir kang masku.”

Air dan angin itu membentuk aliran energi yang memantul di gunung-gunung yang mengelilingi tempat itu. 

Silih Asih, saling memberi dan menerima itu berlangsung dalam waktu yang cukup lama hingga hewan-hewan yang ada di sekitar ikut bercahaya dan berkumpul di bawah pohon seperti saudara yang sudah lama tidak pernah bertemu. 

Lia memahami apa yang diinginkan oleh hewan-hewan itu dan hewan-hewan itu saling memahami satu sama lain, dan semua ingatan serta kesaktian mereka pun kembali. 

Semuanya terasa begitu damai dan penuh sukacita. Pangeran Surya Sakti dan Putri Aliana Sinta saling memandang di bahtera cahaya yang terang benderang. 

Dipandangnya sungai cahaya beserta seluruh kehidupan yang berkeriap di sekelilingnya dari atas bahtera itu.





Komentar

Postingan Populer